BACA JUGA:Â Warga Seraya Senang Wali Kota Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan dan Tampung Usulan Masyarakat
Ia meminta Dinas Perkimtan Kota Batam berkoordinasi dengan BPKAD terkait penggunaan anggaran BTT, mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku. Untuk bencana di Tanjung Sengkuang, khususnya di Perumahan GMP RW 011, penanganannya akan dilakukan oleh kontraktor, dengan rencana perbaikan dimulai minggu depan.
Warga dsana yang berada di bawah tebing longsor terancam roboh berharap bisa segera ada solusi. “Ini dibangun tiga bulan lalu, empat tingkat, tapi masih longsor. Kami khawatir kalau hujan terus, rumah bisa kena. Karena itu kami minta agar bisa segera dibangun,” kata Andi warga disana.
Tim pemadam kebakaran Kota Batam saat kejadian merespons, bekerja keras meminimalisir dampak longsor, termasuk menutupi area dengan terpal. Langkah tersebut diambil untuk menghindari kontak langsung material longsor dengan air hujan, sehingga bisa meminimalkan risiko lanjutan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kota Batam pada Januari 2024 lebih tinggi dari rata-rata bulanan sebesar 300 mm. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin di wilayah Kepri. (*/man)



