Dalam sebuah konferensi pers, ia berkata 97 persen kasus memperlihatkan gejala ringan dan tidak perlu rawat inap.
Kemudian ada sebanyak 151 kasus memerlukan perawatan intensif di ICU dengan 97 pasien menggunakan alat bantu pernapasan.
Sementara itu, sejak minggu lalu tercatat ada 28 kematian. Dzulkefly menyebut fatalitas termasuk pada pasien lansia dan mereka yang memiliki komorbid.
Di sisi lain, pihaknya sudah bersiap jika ada lonjakan pasien yang memerlukan rawat inap. Kesiapan ini mulai dari staf, suplai dan perlengkapan untuk mendukung layanan.
Dia mengimbau publik untuk melakukan tes jika merasakan gejala. Selain itu, direkomendasikan untuk memakai masker di tempat ramai dan penerapan pola hidup bersih. (Red)



