Jelasnya, dari lebih kurang 1200 ton produksi sampah masyarakat Batam tersebut setiap harinya, sebanyak 40 persen sampah dapat di kurangi melalui pilah sampah. Dengan begitu pemerintah dapat mengefesiensi anggaran pengangkutan sampah, yang mana hasil efesiensi anggaran digunakan untuk pembangunan Batam.
“Jika sampah ini dipilah maka 40 persennya, dapat mengefesiensi anggaran. Karena operasional truk sampah itu perlu bensin dan biaya operasional lainnya,” paparnya.
Jefridin menjelaskan dengan pilah sampah masyarakat juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga melalui bank sampah, menjadi barang bernilai dengan melakukan pilah sampah.
“Dipastikan dengan pilah sampah ini mengandung nilai ekonomis dan menambah pendapatan keluarga, karena dapat dijual melalui bank sampah. Nanti dari Dinas Lingkungan Hidup yang akan menjemput langsung,” jelasnya.
Dengan pilah sampah tambahnya juga dapat mengurangi volume sampah dan memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur. Hingga akhir tahun, Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan sosialisasi serupa di 20 lokasi berbeda, sebagai upaya mengurangi sampah di TPA. (Red)



