“Karena biar bagaimanapun ekspresi di publik itu sangat dibatasi termasuk orang-orang yang berkumpul dalam jumlah sekitar lima orang begitu kan juga tidak diperbolehkan apabila itu membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan politik, baik politik nasional maupun politik internasional, di mana Arab Saudi punya posisi berkaitan dengan apa yang terjadi di negara lain,” ucap Yon.
Yon mengatakan biasanya mereka yang melanggar akan ditahan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Lama waktu penahanan ini menurutnya tergantung pada serius tidaknya pelanggaran yang dilakukan.
“Apabila masalahnya tidak serius dan tidak ada hal-hal lain yang memberatkan biasanya setelah ditahan diperingatkan untuk tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari, setelah itu dibebaskan,” ucapnya.
Sejak Israel melancarkan agresi di Jalur Gaza 7 Oktober lalu, publik di seluruh dunia banyak yang memberikan dukungan kepada Palestina.
Pada 10 November lalu, kepala urusan agama Arab Saudi di Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais, menyarankan agar masyarakat tidak ikut campur atau terlibat dalam apa yang terjadi di Gaza. (Red)



