Ia menegaskan impor dilakukan karena produksi beras di tanah air berkurang lantaran kemarau panjang di masa El Nino.
“Memang masih kurang (beras), sehingga dari stok yang ada di Bulog saat ini 1,7 juta ton, masih menambah lagi, sampai akhir tahun kira-kira 1,5 juta ton,” kata Jokowi di Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10) lalu.
Kemudian, pekan lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merangkap Menko Marves Ad Interim Erick Thohir mengklaim Presiden China Xi Jinping berkomitmen untuk menggelontorkan beras 1 juta ton kepada Indonesia.
Komitmen disampaikan Xi Jinping saat bertemu Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat Indonesia di Beijing pada Selasa (17/10) lalu.
“Sejalan dengan permintaan Indonesia, Presiden Xi Jinping berkomitmen memenuhi kebutuhan 1 juta ton beras, di mana 500 ribu beras ton beras dalam waktu segera. Sehingga cadangan stok beras Bulog akan meningkat menjadi 2,5 juta ton,” kata Erick di akun Instagram @erickthohir. (Red)



