HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Nama Zhang Xinyang jadi perbincangan hangat di antara warganet China. Pria 28 tahun ini memancing obrolan karena masih hidup bergantung pada orang tua meski telah mendapatkan gelar PhD pada usia 19 tahun.
Xinyang dikenal sebagai ‘anak ajaib’ asal China yang berhasil masuk universitas pada usia 10 tahun. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana pada usia 13 tahun. Tiga tahun berikutnya, Xinyang menjadi mahasiswa PhD di bidang matematika terapan di Beihang University, Beijing.
Namun kini, Xinyang masih bergantung hidup pada orang tuanya, utamanya urusan finansial. “Mereka berutang ini pada saya,” ujar Xinyang, melansir South China Morning Post.
Ucapan itu merupakan bentuk kekecewaan Xinyang pada orang tuanya yang tidak membiarkannya tumbuh selayaknya anak-anak lain seusianya. Sedari kecil, Xinyang ‘dituntut’ untuk menjadi anak yang cerdas.
Xinyang menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2019. Ia kemudian menjadi dosen di salah satu universitas di Ningxia Hui. Tapi dua tahun kemudian, ia mengundurkan diri.
Ia kini tak memiliki pekerjaan tetap. Jumlah uang di rekeningnya bahkan hanya beberapa ribu yuan.
BACA JUGA:Peningkatan Ruas Jalan dan Pembangunan Bundaran Bandara Sudah 85 Persen
Kini ia tinggal di sebuah apartemen sewaan di Shanghai sebagai seorang pekerja lepas. Hingga saat ini, ia masih bergantung secara finansial pada orang tuanya.
Nama Xinyang sendiri sebenarnya telah ramai dibicarakan sejak lama. Ia sempat disebut-sebut sebagai ‘mahasiswa termuda’ di China karena berhasil masuk universitas pada usia 10 tahun.
Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjanaya pada usia 13 tahun. Pada tahun 2011, ia menjadi mahasiswa program doktoral di bidang matematika terapan di Beihang University saat usianya masih menginjak 16 tahun.
Kala itu, Xinyang memicu kontroversi. Ia menuntut orang tuanya untuk membelikannya sebuah flat di Beijing senilai US$275 ribu atau sekitar Rp4,3 milyar.



