Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan hal ini dikarenakan sistem transportasi yang buruk.
Menurutnya, taransporter yang melayani pengangkutan gas melon tersebut dari Tanjunguban ke Batam ditunjuk oleh Pertamina ada keliru sistem.
“Transporter yang bawa gas itu yang nunjuk Pertamina, ada sistem yang keliru di sini. Makanya, selalu ada keterlambatan kedatangangas elpiji 3 kilogram itu,” ujar Gustian.
Diakuinya sistem yang dilakukan transporter itu, melakukan satu kali pengangkutan gas elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan 3 hari. Artinya, di hari keempat, sudah dipastikan ada keterlambatan.
“Ini murni kesalahan dari transporter, kami sudah minta agar ini diperbaiki,” katanya.
Seharusnya, kata dia, pihak Pertamina juga melakukan komunikasi dengan Disperindag. Agar permasalahan seperti ini tidak terulang lagi.
“Sehingga, masyarakat tidak melulu menyalahkan Disperindag bila gas langka,” katanya.
Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram kembali labgka Hampir disemua titik di kota Batam. Padahal gas 3 kilogram yang merupakan kebutuhan primer masyarakat ini sudah menjadi buah bibir hmapir disemua perumahan.
Pekan lalu kelangkaan gas melon ini hanya untuk dirasakan sebagian besar warga Kecamatan Batuaji dan Sagulung. Namun kini sudah merambah ke kecamatan lain termasuk batam Kota. (Red)



