Curah hujan di Kepri terjadi sepanjang tahun, kategori hujannya pun sangat ringan antara 5 sampai 20 mm perhari. Bahkan di Batam, lanjut dia curah hujan sering terjadi secara simultan alias hujan lokal. Hujan turun dititik spot tertentu yang ditentukan oleh pergerakan awan dan angin.
BACA JUGA: Dengan Nilai Lebih Dari 100 Juta USD, Singapura dominasi Investasi Asing di Batam
Secara umum, Addi menjelaskan El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.
El Nino terjadi ketika suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya, sehingga mempengaruhi pola cuaca.
Fenomena ini bisa menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah Indonesia atau musim kemarau.
“El Nino bisa menyebabkan kekeringan, gangguan musim hujan, penurunan produktivitas perikanan dan peningkatan resiko kebakaran hutan,” jelasnya.
Oleh karena itu tak heran jika beberapa daerah lainnya di Indonesia sudah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi kemarau panjang.
Meskipun fenomena ini tidak terlalu terdampak signifikan di Kepri, BMKG Hang Nadim Batam tetap mengimbau masyarakat untuk hemat air saat menghadapi ancaman kekeringan yang kini sudah dirasakan sebagian wilayah Indonesia sebelah Timur.
“Kita, beberapa waktu lalu secara umum sudah melakukan rapat bersama stake holder termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera untuk membahas pasokan ketersediaan air di Batam. Hasilnya, Batam tak perlu panik dikarenakan waduk Batam masih memiliki pasokan air yang cukup,” katanya. (*/man)



