Dia menyebutkan pihaknya bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi telah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik untuk masyarakat dalam pengembangan Pulau Rempang ke depannya.
Rencana strategis Rempang Eco-City itu juga merupakan salah satu fokus pemerintah pusat. Apalagi, setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke China pada akhir Juli lalu, pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru atau The New Engine of Indonesianâs Economic Growth dengan konsep âGreen and Sustainable Cityâ semakin menjadi prioritas.
BACA JUGA:Â Kepala BP Batam Buka NFA Cup Berharap Dapat Lahirkan Atlet Berprestasi Dan Membanggakan
Hal tersebut juga karena adanya komitmen investasi dari salah satu perusahaan asal China, Xinyi Internasional Investment Limited untuk berinvestasi di Indonesia.
Terkait hal ini Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dukungan dari Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, dalam percepatan pengembangan Pulau Rempang.
“Terima kasih kepada Pak Menteri Investasi sudah bersedia hadir di Batam dan meninjau langsung lokasi rencana pengembangan investasi di Pulau Rempang hingga memimpin rapat percepatan investasi ini,â ujar Rudi.
Pada kesempatan ini, Rudi turut memaparkan beberapa kendala yang dihadapi dalam mewujudkan investasi di Pulau Rempang. Mulai dari kendala pertanahan hingga regulasi.
Ia menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk terus mendorong percepatan realisasi pengembangan kawasan dan investasi di Pulau Rempang.
Mengingat, proyek strategis nasional tersebut telah menjadi atensi serius sejak peluncuran (launching) program Kawasan Rempang Eco-City di Sekretariat Kementerian Perekonomian RI pada pertengahan April 2023 lalu.
BP Batam pun telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengelolaan serta development plan kawasan kepada PT MEG selaku Pengembangan. âDalam rapat sudah kita informasikan kendala yang dihadapi dan beliau pun sudah mengetahui sendiri dari hasil peninjauannya ke lapangan,â terang Rudi.
âHarapannya tentu dapat menindaklanjuti bersama tim sehingga bisa diterbitkan regulasi tertentu dalam menangani berbagai kendala di lapangan (Pulau Rempang),â kata Rudi. (*/man)



