Warna ini digunakan secara luas seperti pada sabun, kertas dinding, dekorasi cake, permen, mainan, dan busana.
Hanya saja, dua warna sintetis ini terbuat dari cupric hydrogen arsen atau arsenik. Jika manusia mengalami kontaminasi arsenik terjadi kerusakan sel tubuh. Sementara paparan pada kadar tinggi memunculkan risiko kanker dan penyakit jantung.
Kala itu pekerja garmen yang mengerjakan baju hijau ditemukan keracunan. Perempuan berbusana hijau dilaporkan pingsan. Yang mengejutkan, muncul spekulasi bahwa Napoleon Bonaparte tewas di kamar akibat kertas dinding warna hijau.
Bahaya arsenik sama sekali tidak terungkap hingga muncul publikasi soal resep arsenik pada 1822. Kini resep telah dimodifikasi untuk pembuatan insektisida.
3. Oranye
Ilustrasi. Oranye termasuk salah satu warna paling mematikan di dunia.
Sebelum Perang Dunia II, umumnya pabrik pembuat perabot makan keramik menggunakan uranium oxide. Komponen ini menghasilkan warna merah dan oranye cerah. Kedua warna ini memang dikaitkan dengan nafsu makan.
Uranium oxide adalah bahan baku nuklir. Hanya saja, hingga akhir 1800-an, radiasi bukan sesuatu yang disadari. Radiasi berhubungan dengan risiko kanker.
Selama Perang Dunia II, pemerintah AS menggunakan semua uranium untuk pembuatan bom. Usai jatuhnya bom atom, uranium kembali ke pabrik perabot makan.
Uranium memang masih dimanfaatkan untuk pembangkit reaktor nuklir tetapi tidak untuk perabot makan. Perabot makan yang dulu sempat dibuat hingga kini masih terbukti memancarkan radioaktif. (Red)



