SMP Negeri 3 Batam terpaksa harus membuka rombongan belajar (Rombel) baru untuk mengakomodir jumlah pendaftar siswa baru. Ada dua kelas Rombel yang dibuka untuk menampung 600 siswa baru, sehingga total Rombel yang ada saat ini berjumlah 12 Rombel.
Kepala Sekolah SMPN3, Nyorita mengatakan dengan ditambahnya dua Rombel, pihaknya dapat mengakomodir seluruh siswa yang telah mendaftar pada seleksi PPDB tahun 2023.
āKami saat ini sudah buka 12 rombel. Satu kelasnya itu ada yang 45 hingga 50 orang,ā paparnya.
BACA JUGA:Ā Aliansi Driver Protes Lock Area di Bandara, Angkutan Masuk hanya yang Diizinkan Pihak Bandara
Kini komite sekolah menambah beban guru hingga 38 jam per Minggu. Sebab sekolah menampung siswa hingga 57 orang dalam satu kelas. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menilai hal ini tidak ideal. Aktivitas belajar mengajar dikhawatirkan tidak berjalan efektif. Lantaran ramainya jumlah siswa dalam satu kelas.
Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, SH mengatakan ada sejumlah alasan orangtua memilih sekolah negeri. Mereka beranggapan bahwa sekolah negeri masih lebih unggul dibanding sekolah swasta.
Selanjutnya karena faktor ekonomi dan banyak masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga jikia dipaksakan ke swasta akan kesulitan dari segi biaya. Kemudian biaya yang tinggi di swasta tidak semua orang sanggup oleh karena itu masyarakat tetap mengharapkan anaknya agar masuk ke sekolah negeri.
“Saya melihat sekolah negeri ini masih unggul, karena itu orangtua mengejar agar bisa anaknya unggul dari segi akademik,” kata Tumbur, Rabu (12/7/2023).
Terkait ruang kelas baru yang tidak cukup, Tumbur mengatakan DPRD siap menganggarkan untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah termasuk membangun ruang kelas baru maupun unit sekolah baru.
“Untuk pendidikan tentu kami dari DPRD siap mendukung termasuk penganggarannya, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” katanya. (*/man)



