Sehingga untuk mewujudkan, penerbangan regular dari Batam ke Korea Selatan harus melakukan penambahan traffic flight.
“Pada Juni 2023 ini Kementerian Perhubungan Indonesia dan Korea akan melakukan talk agreement untuk traffic flight, hak angkut kedua negara. Jadi itu Government to Government [G to G],” jelasnya.
Nantinya akan mengusulkan menjadi multi airlines untuk angkutan Korea ke Indonesia, yang mana saat ini hanya dua maskapai saja, yakni, Asiana Airlines dan Korean Air.
Dikatakannya,Indonesia sendiri kalau tak salah ada dua sampai tiga airlines, yang memiliki hak angkut, sekarang itu yang kita kejar.
Ia menilai, terkait pesawat carter saat ini yang menjadi kendala, yakni tidak bisa mengangkut penumpang dari Batam ke Korea, hanya bisa sebaliknya.
“Kami lagi kejar untuk bisa reguler saja dulu, semoga dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan,” ungkapnya. Ia juga mohon dukungan dari masyarakat agar rencana ini segera terwujud. (Red)



