Yumasnur menuturkan titik PJU yang hilang saat ini tidak terekam CCTv. Melihat kondisi tiang yang cukup tinggi, aksi pencurian ini kemungkinan tidak dilakukan satu orang.
“Karena tingginya 9 meter, belum lagi ada lampu bercabang yang terpasang pada tiang. Saya juga bingung bagaimana mereka mengeksekusi tiang PJU yang cukup tinggi untuk ini,” tuturnya.
Yumasnur menambahkan kondisi tiang PJU ini bisa dirakit. Sehingga bisa di bongkar dan pasang. Menurutnya, pencurian ini semakin meresahkan.
“Semakin menjadi-jadi memang. Kemarin masih pengrusakan tiang, dan sekarang langsung dicuri,” katanya.
Ia menyebut harga PJU cukup mahal. Untuk itu, kerugian daerah atas kehilangan aset ini sangat merugikan pemerintah daerah.
“Mahal yang pasti. Karena itu ada lampunya juga,” sebutnya.
Ia mengatakan untuk pergantian atau pemasangan tiang baru masih menunggu waktu dulu. Hal ini karena pihaknya masih harus mengumpulkan bukti kehilangan PJU ini.
“Segera kami tangani. Tapi karena ini membutuhkan waktu yang agak lebih lama. Karena harus dibeli dulu tiangnya,” sebutnya.
Beberapa waktu lalu, tak hanya pencurian kabel, penutup drainase berbahan besi, tempat duduk di Halte Cipta Puri Sekupang, peralatan box control lampu lalulintas dekat UIB juga dicuri.
Belum lama ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Salim juga mengimbau kepada masyarakat jika mendapati gerak-gerik yang mencurigakan agar segera menginformasikan kepada Pemko Batam maupun aparat kepolisian. Agar bisa segera ditindak pelakuknya. (*/man)



