Adapun sisa 5% yang belum jaringan bawah tanah tersebut berada di luar Pusat Kota, seperti pada daerah Tanjung Piayu, Piayu laut, Batu Aji yang masih ada sebagian terlihat kabel jaringan listrik. Untuk kedepannya usaha ini akan terus dikembangkan dalam upaya mendukung Pemerintah dalam merapikan kota sendiri sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.
BACA JUGA :Jasa Raharja Tanam 20 Ribu Pohon di Seluruh Indonesia Bantu Perbaiki Kualitas Lingkungan
“Pembangunan jaringan bawah tanah ini tidak dapat langsung dilakukan sekaligus. Namun dilakukan secara bertahap dan implementasinya sudah dilaksanakan sejak tahun 1993 hingga sekarang,” tegas Bukti.
Kelebihan dari jaringan bawah tanah ini, akan mengurangi gangguan petir dan pohon tumbang. Kekurangannya adalah pada saat pemeliharaan memang lebih sulit karena kita tidak dapat melihat secara kasat mata dan harus melakukan deteksi dengan peralatan yang khusus.
Bukti juga menjelaskan kriteria pembangunan jaringan listrik bawah tanah tidak ada syarat khusus. Namun berdasarkan master plan PLN Batam untuk SKTM ini gunanya agar pelayanan kelistrikan di Kota Batam lebih handal dan secara estetika juga baik. Ia juga berharap agar kedepannya Kota Batam semakin mempesona baik bagi investor maupun wisatawan dalam negeri dan juga luar negeri.
“Sebagai salah satu pulau terdepan di Indonesia, Batam mampu menjadi daya tarik tersendiri dengan lokasi strategis sebagai pintu gerbang internasional,” tutup Bukti.(Red)



