Jika memang tidak ditemukan, akan dicari calon penerima lainnya yang sesuai dengan kriteria dan masuk kategori masyarakat tidak mampu. Sehingga kuota tersebut terpenuhi.
“Itu bantuan dari Pemko Batam. Nanti ada juga dari provinsi. Hanya saja perlu ditegaskan penerima bantuan tidak boleh double atau ganda. Jadi kalau sudah mendapat bantuan dari pusat, tidak boleh menerima dari daerah,” katanya.
BACA JUGA: Pelari dari Medan dan Padang Sabet Juara Pertama dan Kedua di Lomba 10 Kilo Batuampar
Selanjutnya, anggaran tersebut juga digunakan untuk operasi pasar murah. Untuk operasi pasar murah ini, Pemko Batam menyiapkan Rp 460 juta untuk moda transportasi atau operasional. Kegiatan akan digelar di 10 kecamatan yang bisa dijangkau dengan transportasi darat.
Selanjutnua juga ada untuk pengembangan kawasan holtikultura yang dianggarkan Rp 419 juta. Tidak saja itu, ada lagi pemberian bibit tanan cabai dalam polibek Rp 80 juta.
Pemko Batam juga memberikan subsidi di sektor moda transportasi dengan nilai anggaran Rp 727 juta. Subsidi akan diberikan kepada bus sekolah sebanyak sembilan unit, BBM trans Batam sebanyak 33 unit. Subsidi BBM untuk kapal Pulau Jaloh ke Sagulung 1 unit.
Selanjutnya, pemberian subsidi kapal di Kecamatan Galang tiga unit. Serta pemberian subsidi BBM kepada boat pancung Sekupang-Belakangpadang untuk pulang dan pergi juga disediakan. (*/man)



