Rudi juga menegaskan kerja keras membangun Batam saat ini untuk dinikmati kalangan mahasiswa yang notabene generasi muda. “Untuk itu mari sama-sama kita koreksi program ini karena kalian yang akan meneruskan dan menikmatinya,” tegas Wali Kota disambut tepukan gemuruh para mahasiswa yang mengenakan seragam hitam putih.
Tak lupa Rudi juga memberikan petuah agar para mahasiswa jangan minder dengan kekurangan masing-masing terutama dalam hal kemampuan akademik. Menurutnya, semua orang bisa sampai ke taraf akademik yang sama bila mau berusaha dan pantang menyerah.
“Allah memberikan kita akal pikiran. Memang ada diantara kita diberikan kemampuan untuk menangkap pengetahuan lebih cepat. Namun jika ada yang lamban, kalian jangan minder. Mungkin anda hanya butuh waktu lebih untuk mengulang supaya sama-sama paham. Namun bukan berarti anda tidak mampu,” ujarnya.
Di akhir pidato, Wali Kota Muhammad Rudi mengajak mahasiswa untuk sama-sama membangun dan merawat Kota Batam tercinta. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan saat ini tujuannya hanya satu yakni kesejahteraan masyarakat Kota Batam.
Sebelum itu Rektor UIS Prof Mustaqiem Syuaib menyampaikan tahun ini pihaknya telah menerima 811 mahasiswa untuk 8 prodi dari empat fakultas yang tersedia. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sekitar 600 mahasiswa.
“Tahun lalu kita terkena dampak Covid juga. Alhamdulillah tahun ini meningkat, dan tahun depan kita prediksi akan bisa sampai seribu mahasiswa baru” kata Rektor Mustaqim Syuaib.
Kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber Prof Erwiza Erman yang merupakan Profesor Riset pada Pusat Riset Kewilayahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Terlihat pula Ketua Yayasan Ibnu Sina Andi Tenri dan sejumlah pejabat eselon dari Pemko dan BP Batam. (*/man)



