Mereka tampak menggunakan satu unit mobil pick-up berwarna kuning sembari membawa pengeras suara yang dijadikan sebagai mobil komando. Selain itu, bebera massa juga membawa atribut baliho yang berisikan tuntutan para buruh.
“Kita minta konsisten dari Presiden RI (Joko Widodo). Sampai akhir tahun BBM tak akan naik. Nyatanya apa? Siapa yang harus kita percaya kawan-kawan. Seorang Presiden aja menistakan warganya sendiri,” ujar Seorang Orator diatas mobil dengan Pengeras Suara Selasa (6/9/2022).
BACA JUGA:Â Serah Terima Kunci Apartemen Kalani Tower di Nuvasa Bay Dilakukan pada Desember 2022
Ia melanjutkan, dampak kenaikan BBM ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Padahal masih banyak masyarakat yang hidupnya masih kesulitan ekonomi.
“Kita turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintah. Ada tiga tuntutan kami apakah itu salah? Kenaikan BBM sudah pasti berdampak kepada kenaikan sembako,” katanya.
Orator lainnya, juga menyesalkan kenaikan kenaikan harga BBM yang mencapai 30 persen. Sementara gaji kaum buruh mengalami kenaikan sedikit selama 3 tahun terakhir.
“BBM kebutuhan utama masyarakat mencari nafkah. Kalau BBM sudah naik jangan bicara lagi untuk harga sembako distabilkan. Kenaikan BBM penyumbang inflasi terbesar,” katanya. (*/man)



