Menurut dia, Kota Batam dinilai layak menjadi tempat belajar karena mempunyai amenitas wisata yang lengkap, ragam wisata seperti wisata belanja, wisata kuliner, wisata olahraga, wisata sejarah, hingga wisata religi.
Ardiwinata menjelaskan program tersebut merupakan dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Sementara itu, seorang Guru SMKN 2 Batam, Herlina menyampaikan program BBPPMPV bisnis dan pariwisata tersebut sudah ada sejak tahun 2020, dengan tujuan mengembangkan pengetahuan dengan industri serta penyelarasan kurikulum.
“Mereka melakukan magang di industri selama 18 hari dan di akhir magang mereka melakukan uji kompetensi di industrinya,” katanya.
Selain itu, para guru ini akan mengunjungi sejumlah amenitas dan destinasi wisata yang ada di Kota Batam. “Mereka ada program inspeksi ke hotel, resort, golf, pelabuhan. Kemudian ada juga kunjungan destinasi wisata ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Museum Batam Raja Ali Haji, Masjid Tanjak,” katanya.
Setelah guru-guru tersebut menyelesaikan program magang, Herlina mengatakan diharapkan mereka dapat menyebarluaskan ilmu ke anak-didik di sekolah masing-masing. (Red)



