BACA JUGA: Ansar Sebut Warga Kendal di Kepri Cukup Banyak dan Ikut Menentukan Kemajuan Provinsi Kepri
Dalam acara ini, Gubernur Ansar menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung penuh setiap kegiatan yang menyerukan “stop kekerasan terhadap perempuan dan anak” dan sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini.
“Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak harus diseriusi, sehingga diperlukan penyempurnaan kembali terhadap peraturan yang mengatur hal ini yaitu Pergub 66 tahun 2018,” kata Ansar.
Ia mengatakan akan memanggil para aktivis perempuan dan anak serta penggiat anti kekerasan lainnya yang ada untuk bersama-sama menggodok kembali Pergub yang sudah ada agar isinya lebih komprehensif dan kuat.

“Kita ingin siapapun tidak boleh semena-mena terhadap perempuan dan anak. Harapan dari Kampanye Speak up ini, masyarakat lebih berani melaporkan apabila mengalami, melihat atau mendengar terkait dengan kekerasan dan pelecehan,” kata Ansar.
Ketua Panitia Chicha Z. Elisabeth, S.Kom.,S.H.,M.H. mengatakan dengan berani Speak Up, dapat mencegah lebih banyak kekerasan dan pelecehan seksual dan merupakan upaya melindungi keluarga, sahabat, teman dan orang- orang terdekat dari ancaman bentuk – bentuk kekerasan yang berakibat trauma fisik maupun psikis.
“Kita ingin mereka mengetahui tempat perlindungan, tempat konseling dan ke mana harus melaporkan sehingga mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat terhadap korban,” kata Chicha di Batam, Rabu (31/08/2022).
Ia mengajak perlu bersinergi dan koordinasi setiap elemen baik pemerintah maupun swasta sehingga dapat memaksimalkan pencegahan dan penanganan yang tepat bagi korban kekerasan seksual. “Mari kita bersatu pulihkan generasi, dengan generasi pulih akan mencapai generasi emas,” katanya. (*/man)



