BACA JUGA: Sejumlah Guru SMKN dari Sembilan Kota di Indoensia Magang di SMKN 2 Batam Selama 23 Hari
Saat ini jumlah penduduk di Kepri tercatat sekitar 2.067.000 jiwa dengan fluktuasi perubahan data penduduk yang sangat cepat karena merupakan Kawasan Investasi. Dengan jumlah sebaran penduduk terbesar berada di Kota Batam, atau sekitar 60 persen dan Warga Kendal sendiri di Provinsi Kepri jumlahnya kurang lebih 20 ribu jiwa.
“Dengan bilangan yang luar biasa ini. Maka masyarakat Kendal juga turut menentukan maju mundurnya Provinsi Kepri ini nantinya. Dan Alhamdulillah masyarakat Kendal ini sangat guyub dan rukun dan kontribusinya membangun Kepri ini sangat besar karena sebagian masyarakat Kendal bergerak dalam kegiatan ekonomi sebagian besar pelaku UMKM, macam-macam usahanya,” kata Ansar.
BACA JUGA: Pebalap Kelas Dunia dari 12 Negara Akan Unjuk Kebolehan di Tour de Bintan
Pada tahun 2020, jelas Ansar ekonomi Kepri karena pandemi covid-19 sempat anjlok sampai -3,8 persen, tapi pada 2021 karena Pemerintah mampu mengendalikan pandemi covid-19 dan melakukan recovery ekonomi bersama maka pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 meningkat menjadi 3,4 persen. Dan tahun 2022, triwulan kedua ini pertumbuhan ekonomi Kepri melompat lagi 5,01 persen.
“Kita semua harus berdoa, semoga ke depan bersama masyarakat Kendal, ekonomi Kepri lebih cepat maju dan berkembang . Saya yakin kalau kita semua kompak, usaha mempercepat recovery ekonomi ini akan semakin tumbuh dan berkembang. Maka jadikanlah acara harlah ini sebagai ajang untuk terus membangun silaturahim menjaga kekompakan agar kita semua bisa bersama bersatu membangun Kepri ini ke depan lebih baik lagi,” kata Ansar. (*/man)



