“Ya benar ada, lagi di telaah bagian Pidsus,”tuturnya.
Sebelumnya puluhan warga menggelar aksi protes di Kantor Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin lalu.
Kedatangan warga untuk mempertanyakan wujud pengadaan sapi, pengembangan madu kelulut, dan pengadaan kelapa, sebagai program desa sejak 2017 lalu.
BACA JUGA:Â Wisatawan Berkunjung ke Lagoi Capai 100 Ribu Lebih Dalam Tujuh Bulan
Hingga saat ini tiga pengadaan yang menjadi program Desa Lancang Kuning yang sudah dijalankan itu tidak jelas keberadaannya.
Dalam aksi itu, sejumlah warga memegang pamplet protes terkait tiga program. Saat itu pihak kepolisian dan TNI juga ikut melakukan pengamanan situasi.
Pihak Desa Lancang Kuning lalu menerima pendemo, dan mengajak perwakilan warga untuk melakukan diskusi di aula Desa.
Perwakilan Warga dari Desa Lancang Kuning, mempertanyakan keberadaan tiga program Desa Lancang Kuning yang dipimpin oleh Mantan Kepala Desa Lancang Kuning, Cholili Bunyani.
“Kita menanyakan tiga program pengadaan itu, tapi desa tidak bisa menjelaskan dan menunjukkan wujudnya. Padahal pengadaan tiga program itu mencapi ratusan juta,” terangnya.
Untuk pendapatan Desa Lancang Kuning terkait tiga program ini sama sekali tidak tahu, dan hasilnya tidak transparan dari desa. Maka dari itu warga mempertanyakan. Warga mempertanyakan itu karena tidak diketahui keneradaannya padahal warga paham untuk memeliharanya seandainya diberikan untuk dirawat. (*/man)



