Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD tahun 2021 diketahui berjumlah 710 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak empat orang. Sedangkan tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematian tiga orang. Lalu tahun 2019 ada sebanyak 728 kasus dengan kasus kematian 2 orang.
“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.
Diketahui sepanjang tujuh bulan terakhir ini, kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Juli yakni dengan 98 kasus. Disusul Januari 85 kasus, Februari 65 kasus dan Maret 75 kasus. Selanjutnya pada Juni ada 71 kasus serta sampai dengan 7 Agustus ada 14 kasus.
BACA JUGA: Sejumlah Tokoh Asal Sumut Dukung Mubes Ikabsu Segera Digelar
Didi menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Kota Batam dalam meminimalisir penyebaran DBD ini. Salah satunya dengan melakukan fogging dan sekaligus mengaktifkan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan satu rumah satu orang jumantik.
Para jumantik ini akan diberikan sosialisasi dan penyuluhan serta pemahaman agar mereka bisa berperan dengan baik di lingkungan masyarakat yang ada di Batam. (*/man)



