BACA JUGA:Â Perpani Batam Cari Bibit Atlet Panah, Adakan Seleksi Pemanah di Batam
Untuk angka realisasi investasi semester I PMA di Kepri mencapai 6,462 triliun. Angka realisasi tersebut hanya menempatkan posisi Kepri berada di peringkat 14 dari 34 provinsi Indonesia.
“Meski Kepri mengalami penurunan peringkat, Batam tetap optimis untuk terus meningkatkan investasi asing,” kata Kabiro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Â Edukasi Siswa Transaksi Elektronik, SMKN1 Batam Anak Jajan di Kantin Cukup Tempel Kartu
Optimisme ini, lanjutnya, sejalan dengan upaya BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi untuk terus mendorong peningkatan investasi ke depannya.
Sepanjang tahun 2021 saja, BP Batam tercatat telah melaksanakan 38 proyek pembangunan infrastruktur. Baik dari pengembangan jalan hingga revitalisasi pelabuhan.
Apalagi Batam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 yang cukup signifikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi 4,75 persen. Bahkan, angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar yang hanya 3,69 persen dan Kepri sebesar 3,43 persen.
“BP Batam berharap dengan membaiknya ekonomi Batam dan terus dilakukannya peningkatan dan pengembangan infrastruktur dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi daerah lainnya di Provinsi Kepri,” katanya. (*/man)



