“Ini kami warga sekitar sekolah, jaraknya paling 700-1.000 meter dari sekolah, padahal dari daerah lain, contohnya Batuaji bisa diterima,”kata Saiful Lubus, perwakilan orangtua, Rabu (27/7/2022).
Dia menjelaskan kedatangan mereka karena sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak sekolah.”Ini anak-anak harus sekolah, sekolah ini dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa. Tapi kalau anak ini tidak diterima mau jadi apa anak ini nanti,”kata Saiful.
Dia menjelaskan sekarang sudah minggu ketiga setelah anak didik masuk sekolah, namun masih ada anak yang belum diterima.
BACA JUGA: TMMD Bangun Sarana di Selat Mendaun Karimun, Wujud Operasi Bhakti TNI ke Masyarakat
“Ini pemerintah maunya anak yang belum diterima ini mau jadi apa. Semakin lama anak ini tidak sekolah, mental mereka akan semakin tak karuan nantinya karena itu harus menjadi perhatian pemerintah,”katanya.
Di tempat yang sama Santos, orangtua lainnya mengatakan sangat menyesalkan belum adanya kebijakan dari pihak sekolah.”Ini anak-anak harus sekolah, sekolah ini dibangun untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat,”kata Santos.
Dia berharap pemerintah Provinsi agar secepatnya mengambil kebijakan, jika tidak ada kebijakan maka masyarakat akan setiap hari datang ke sekolah.”Jadi kita tidak akan berhenti, datang ke sekolah setiap hari, bila perlu setiap hari kita akan unjukrasa ke sekolah,”katanya. (*/man)



