“Salah satunya upaya PT. BIS memperbaiki sarana prasarana infrastruktur pasar yang dikelola agar nyaman bagi pedagang dan pembeli,” terangnya belum lama ini.
Menurutnya, kenaikan tarif sewa lapak pasar yang dikelola PT BIS, masih jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif di Pasar Bintan Center Tanjungpinang.
“Kalau kita setahun itu sekitar Rp 7,2 juta, di Pasar Bintan Center itu paling murah Rp 18 juta setahun,” ucapnya.
Selanjutnya, upaya menaikkan sewa lapak mulai tahun ini juga untuk memunculkan oknum-oknum yang terlibat dalam ‘mafia’ lapak pasar.
“Jadi kita mau lihat siapa yang muncul dengan naiknya tarif sewa lapak di tiga pasar yang kita kelola ini,” terangnya.
BACA JUGA:Bintan Jadi Tuan Rumah POPDA Kepri, Sekda Yakin Pelaksanaan Pekan Olahraga Berjalan Lancar
Hafizar mengaku, mengetahui hal tersebut langsung dari Direktur PT. BIS Susilawati. Dimana mafia lapak ini mencoba bermain mencari keuntungan.
“Jadi saya mendapatkan informasi mafia lapak pasar ini langsung dari bu Direktur PT. BIS. Kita harapkan dengan ini kita dapat menghentikan itu,” jelasnya.
Hafizar juga menambahkan,modus yang dilakukan para mafia lapak itu dengan menyewakan kembali lapak yang disewanya dari PT BIS kepada calon pedagang yang ingin berjualan dengan tarif yang lebih mahal.
“Jadi hal ini juga yang kita mau ketahui apakah informasi mafia lapak ini benar adanya di pasar yang kita kelola,” katanya. (*/man)



