BACA JUGA:Â RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak Mempertimbangkan Cuti Ayah 40 Hari
“Sekarang masih dalam masa penyesuaian setelah 2 tahun Pandemi. Kondisi itu juga untuk meminimalisir penyebaran virus. Namun jika hal itu memang membuat ribet, itu akan jadi catatan untuk kami lanjuti ke pemegang kebijakan,” tutur Ardi.
Sementara itu, Manager Operasional PT Synergy Tharada, selaku Pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre, Nika Astaga mengatakan total penumpang pada Senin lalu. sebanyak 6.088 orang. Jumlah itu untuk keseluruhan penumpang baik yang datang dan berangkat ( Malaysia dan Singapura).
BACA JUGA:Â RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak Mempertimbangkan Cuti Ayah 40 Hari
“Untuk yang berangkat lebih banyak, jumlahnya ada 3.801 orang. Sedangkan yang datang ada 2.287 penumpang, ” ujar Nika.
Menurut Nika, jumlah penumpang tersebut sudah mulai kembali normal, jika dibandingkan penumpang sebelum pandemi. Seluruh sektor usaha yang ada di Pelabuhan Kawasan Pemerintah itu pun juga sudah mulai kembali normal.
“Alhamdulillah sudah kembali normal, untuk semua sektor sudah normal. Keamanan pelabuhan dari kami dan polisi juga aman,” kata Nika.
Seperti diketahui, harga tiket Batam-Singapura akhirnya turun Rp 100 ribu. Pada Selasa kemarin menjadi Rp 700 ribu dari sebelumnya Rp 800 ribu untuk pulang pergi (PP). Sedangkan untuk sekali jalan turun dari Rp 500 ribu menjadi Rp 400 ribu dan berharap dalam waktu dekat bisa turun kembali. (*/man)



