“Bila ada politikus yang mengklaim sejarah masa lalu, ya sudah tidak relevan. Misal, dulu Riau itu bagian dari Tanah Melayu, ya betul. Itu dulu. Sekarang sudah terpisah dalam batas negara yang berbeda,” kata Ali.
Ali juga mengatakan jika pernyataan itu dilontarkan perdana menteri yang masih menjabat tentu akan mengganggu hubungan bilateral dengan Indonesia.
Akademisi Yogyakarta itu tak mengetahui apa motif Mahathir mengungkapkan komentar klaim wilayah tersebut.
Sebelumnya, Mahathir mengatakan Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau di Indonesia sebagai bagian dari wilayah mereka.
BACA JUGA :Â Mantan Petinju Aniaya Warga Usia Salat di Masjid Hanya Gara-gara Sepele
“Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia],” kata Mahathir pada Minggu (19/6), dikutip Straits Times. (Red)



