HomeINTERNASIONALGanja Di Thailand Dilegalkan, Kenali Efeknya Terhadap Tubuh

Ganja Di Thailand Dilegalkan, Kenali Efeknya Terhadap Tubuh

spot_img

Kandungan Tetrahidrokanabinol (THC) bertanggung jawab atas efek ganja pada kondisi mental seseorang. Namun beberapa tanaman ganja mengandung sangat sedikit THC, menurut laporan Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Inggris.

Kandungan dronabinol pada ganja bisa digunakan untuk mengobati rasa mual dan muntah akibat kemoterapi kanker. Selain itu juga dronabinol bisa digunakan untuk mengobati kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan pada penyintas HIV/AIDS.

Ganja disebut dapat mengurangi rasa cemas dan depresi atau gangguan mental umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan.

Berdasarkan catatan WHO, depresi menjadi penyumbang kecacatan tunggal terbesar di seluruh dunia, sedangkan gangguan kecemasan menempati peringkat keenam.

Kandungan CBD telah menjadi salah satu pengobatan untuk depresi dan kecemasan.

BACA JUGA : Bahayanya Membuka HP Saat Bangun Dari Tidur

Para ilmuwan telah menemukan komponen tertentu dari mariyuana, termasuk CBD bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakit.

Di dalam tubuh manusia mengandung sistem khusus yang disebut sistem endocannabinoid (ECS) yang terlibat mengatur berbagai fungsi termasuk tidur, nafsu makan, nyeri dan respons sistem kekebalan.

Sekiitar 50 negara mengizinkan pasien untuk menggunakan resep ganja medis — tanaman itu mengatasi rasa sakit kronis pada orang dewasa yang lebih tua, dapat membantu beberapa penderita insomnia tidur dan meredakan muntah dan mual yang dialami pasien kanker setelah menjalani kemoterapi — tetapi hanya Kanada dan Uruguay yang mengizinkannya digunakan untuk bersenang-senang.

Menggunakan ganja dapat menyebabkan gangguan otak dan lainnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, penelitian terbaru memperkirakan bahwa “kira-kira 3 dari 10 orang yang menggunakan ganja memiliki gangguan penggunaan ganja,” semacam ketergantungan.

Namun penggunaan ganja secara medis ini harus didasarkan pada resep dokter dan dipantau oleh dokter yang berwenang. Penggunaan ganja tidak bisa sembarangan dan tanpa kontrol medis karena berpotensi menyebabkan ketergantungan dan penyalahgunaan. (Ven)

BACA JUGA  Negara Ini Kenakan Tarif Pajak Wisatawan Hingga 400 Persen

 

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI