HARAPANMEDIA.COM, TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengungkapkan tantangan menangani kasus stunting atau kekerdilan di daerahnya karena masyarakat banyak yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar.
“Itu salah satu kendala yang kita hadapi, sebab warga tinggal di pulau terpisah-pisah,” kata Gubernur Ansar Ahmadi di Tanjungpinang.
Dia mengatakan Kepri terdiri kurang lebih 2.804 pulau yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, di mana 70 persen di antaranya diklaim berpenghuni.
Hal itu, menurutnya, memerlukan kerja keras semua pemangku kepentingan terkait untuk menjangkau warga-warga pulau dalam rangka menurunkan sekaligus mencegah adanya stunting.
Warga di daerah pesisir dan pulau-pulau terluar rentan melahirkan anak dengan stunting karena dua faktor, yaitu pendidikan dan ekonomi.
BACA:Â Penjelasan Dari Perbedaan Kopassus Grup 1, Grup 2 Dan Grup 3
“Rendahnya pendidikan orangtua tentang stunting, lalu ditambah masalah ekonomi keluarga dalam pemenuhan asupan gizi, berpotensi memicu anak lahir dalam kondisi stunting,” ujar Ansar.
Oleh karenanya, Ansar meminta seluruh kabupaten/kota melakukan intervensi pemenuhan gizi masyarakat, terutama terhadap kaum ibu hamil guna menekan angka kelahiran anak stunting.
Di samping itu, mendorong dinas kesehatan memaksimalkan pemberian imunisasi lengkap pada anak sebagai langkah dini pencegahan stunting, serta upaya meningkatkan imun tubuh dari berbagai macam penyakit berbahaya lainnya.



