Sementara itu, terkait teknis pengirimannya akan dibahas saat pertemuan di Lampung bersama pemerintah setempat. Belum diputuskan apakah harus transit Kuala Tungkal, Provinsi Jambi atau langsung berlayar ke Kota Batam.
“Saya belum tahu dari Dermaga Lampung langsung ke Batam atau lewat darat dulu dari Kuala Tungkal,” katanya.
Selama ini, apabila pengiriman melalui Kuala Tungkal bisa sebanyak 5 truk sapi dan kambing sekali pengiriman. Kapasitas sapi bali 1 truk 16 sapi dikali 5 truk, berarti 80 ekor sapi. Sementara untuk kapasitas kambing 1 truk sebanyak 150 dikali 5 truk sebanyak 750 ekor sapi.
Menurut Musofa, pengiriman sapi dan kambing dari Lampung ini lebih efektif, efisien dan tak memakan ongkos yang besar. Lantaran pengirimannya hanya membutuhkan waktu 1 hari 1 malam saja.
BACA:Â Pebalap Berharap Kepri Segera Miliki Sirkuit Bertaraf Nasional, Lomba Drag Bike Mulai Sering Digelar
“Jadi kondisi sapi dan kambing bisa dalam keadaan segar, sehat walafiat,” katanya.
Seperti diketahui, sapi yang terpapar PMK di Lampung hanya 1 daerah saja, yakni Tulang Bawang. Sehingga tak perlu dikhawatirkan. Itupun kondisi sapinya saat ini sudah mulai membaik.
“Sapi yang sakit sudah banyak disembuhkan,” katanya.
Musofa menegaskan, sesampainya sapi dan kambing di Kota Batam tetap dikarantina. Lamanya masa karantina terkait kondisi sapi dan kambing. Ia berharap pengiriman sapi dan kambing dari Lampung bisa dilakukan pekan depan. “Kalau kondisinya baik, mungkin kurang 14 hari,” katanya. (Man)



