“Beberapa bulan ke depan akan menjadi yang paling sulit dalam hidup kita,” kata Wickremesinghe. “Saya tidak punya keinginan untuk menyembunyikan kebenaran dan berbohong kepada publik.” Namun, dia mendesak warga untuk bersabar sampai beberapa bulan ke depan dan bersumpah bisa mengatasi krisis Sri Lanka.
Dia melanjutkan, pemerintah juga kehabisan uang tunai untuk membayar gaji 1,4 juta pegawai negeri pada Mei, dan akan beralih ke pencetakan uang sebagai upaya terakhir. “Tak seperti yang saya inginkan, saya terpaksa mengizinkan pencetakan uang untuk membayar pegawai negeri dan membayar barang dan jasa penting,” katanya.
Dia juga memperingatkan bahwa tarif bahan bakar dan listrik akan dinaikkan secara substansial dan pemerintahnya juga akan menjual maskapai nasional yang merugi untuk mengurangi kerugian. Sri Lanka telah meminta dana talangan IMF dan salah satu tuntutan utama pemberi pinjaman internasional adalah Colombo melepaskan perusahaan negara yang merugi.
Sri Lanka menghabiskan banyak uang untuk proyek infrastruktur yang dipertanyakan dari pinjaman China dan Lmenambah utang-utangnya yang sudah menggunung. (Ria)



