HomeINTERNASIONALMarine Le Pen, Capres Perancis Yang Akan Melarang Jilbab

Marine Le Pen, Capres Perancis Yang Akan Melarang Jilbab

spot_img

Sepanjang karier politiknya, Marine sudah dua kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Prancis, yakni di tahun 2017 dan 2022. Seperti dikutip laman Britannica, masa kecil si bungsu dari tiga bersaudara ini sudah akrab dengan dunia politik karena peran ayahnya. Sang ayah menganut berbagai pandangan kontroversial, sehingga di tahun 1976, gedung apartemen keluarga mereka pernah menjadi sasaran serangan bom.

Marine Le Pen memulai kariernya sebagai pengacara di Paris selama enam tahun dari tahun 1992 sampai 1998. Usai dari sana, Marine bergabung dengan partai yang didirikan ayahnya Front Nasional. Ini adalah partai oposisi sayap kanan utama di Prancis. Di tahun 2011, dia terpilih untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Front Nasional. Masih di tahun yang sama, dia juga pernah mewakili partai dalam pemilihan presiden Prancis, tetapi dia kalah di putaran kedua. Meskipun kalah, ini adalah hasil terbaik bagi Front Nasional dalam pemilihan presiden.

Pada tahun 2015, ayahnya Jean-Marie Le Pen membuat pernyataan kontroversial dan memicu perseteruan publik dengan Marine. Akhinya, ayahnya dikeluarkan dari partai yang ia pimpin selama hampir 40 tahun. Di bulan November 2015, terjadi serangan teroris yang mematikan di Prancis sehingga menyebabkan 130 orang tewas dan lebih dari 350 orang terluka.

Isu itu cepat dimanfaatkan oleh Marine Le Pen dan dia menyalahkan kebijakan imigrasi mantap presiden Hollande dan Prancis. Dari peristiwa itu, tumbuhlah sentimen anti-Islam dan mendorong kinerja Front Nasional dalam pemilihan daerah di bulan Desember 2015 dan Le Pen menempati posisi pertama dalam pemungutan suara untuk presiden regional Nord-Pas-de-Calais (sekarang bagian dari Hauts-de-France).

Pada tahun 2017, dia maju lagi sebagai calon presiden, tetapi dia kalah dari Emmanuel Macron. Meskipun dia berada di urutan kedua dari Macron, Le Pen menyatakan kalau Front Nasional telah menjadi partai oposisi resmi untuk pemerintahan yang dipimpin Macron. Pada Juni 2018 Le Pen mengumumkan bahwa Front Nasional akan mengubah namanya menjadi Rally Nasional. Di tahun 2022, Le Pen kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Prancis. (Redaksi)

BACA JUGA  Johor Tawarkan Desaru Resort untuk Turis Mancanegara Bidik Wisatawan Terdekat Batam dan Kepri

 

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI