HARAPANMEDIA.COM,BATAM -Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus penegasan arah pembangunan kota ke depan. Dengan mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”, Batam menatap masa depan sebagai kota industri modern yang inklusif, kompetitif, dan berkeadilan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan, penetapan Hari Jadi Batam bukanlah keputusan yang diambil secara sederhana, melainkan melalui kajian historis yang mendalam.
Ia mengungkapkan, terdapat empat opsi sejarah yang pernah dikaji, mulai dari masa awal Otorita Batam, pembentukan Kota Madya Administratif pada 1983, hingga lahirnya Kota Batam sebagai daerah otonom pada 1999.
“Akhirnya, penetapan hari jadi merujuk pada dokumen sejarah paling kuat yang diperoleh dari Arsip Nasional, yakni penyerahan Surat Keputusan oleh Sultan Abdurrahman dan Raja Ja’far kepada Raja Isa untuk memimpin wilayah Nongsa beserta rantau takluknya,” jelas Amsakar, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, penetapan tersebut relevan dengan konteks Batam masa kini. Sejak dahulu, Batam telah berperan sebagai wilayah strategis dan daerah transit penting, termasuk sebagai tempat persinggahan calon jemaah haji pada masa lalu.
“Saya ingat betul prosesnya, karena saat itu saya dipercaya menjadi ketua panitia perumusan Hari Jadi Kota Batam,” ujar Amsakar mengenang.
Memasuki usia ke-196, Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menetapkan 15 program prioritas sebagai fondasi pembangunan jangka menengah.
Program tersebut dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat daya saing ekonomi, dan memperluas kesejahteraan sosial masyarakat.
Batam yang selama ini dikenal sebagai kota industri manufaktur, kini terus bertransformasi menjadi kota modern yang ramah investasi dan berorientasi pada kualitas hidup. Penyediaan air bersih dan penanganan banjir menjadi prioritas utama.
Pemko Batam bersama BP Batam memperkuat jaringan pipa, membangun reservoir, serta menata sistem drainase di sejumlah kawasan seperti Sagulung, Batu Aji, dan Batam Kota.
Di sektor pelayanan publik, pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam telah berjalan, disertai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku UMKM.


