HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri Rony Widijarto Purubaskoro menyoroti tingginya angka pengangguran di Batam. Meskipun Batam didominasi sektor industri berskala besar.
Solusinya, perluasan akses kerja lokal dan ekosistem digital untuk UMKM serta, pentingnya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Batam dan Kepri.
Hal itu disampaikan Rony Widijarto Purubaskoro dalam diskusi hangat bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri yang dipimpin Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Dewan Penasehat Marganas Nainggolan, Ketua Dewan Kehormatan Parna P Simarmata, dan Ramon Damora, di Volla Coffee and Roastery Batam Center, Senin (1/12/2025).
Rony juga menyoroti kontradiksi yang terjadi di Kepri, khususnya Batam, di mana sektor industri dan tambang gas besar yang masuk ternyata tidak selalu menciptakan dampak signifikan terhadap konsumsi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Ekonomi itu bagus kalau inklusif, makanya semua aktivitas masyarakat itu bisa akses ke industri besar. Kalau ada aktivitas industri besar, ekonomi-ekonomi besar, masyarakat lokal itu bisa akses ke pekerjaan itu,” ujar Rony.
Ditambahkannya, tingkat pengangguran di Kepri, termasuk Batam, masih tergolong tinggi. Data terbaru yang diamati BI menunjukkan tingkat pengangguran ini menjadi perhatian serius, terutama karena Batam secara khusus didorong sebagai daerah pabean yang fokus pada ekspor.
Dominasi industri besar yang sebagian besar berorientasi ekspor (FTZ) dan kurang terintegrasi dengan ekonomi lokal dinilai menjadi salah satu faktor penentu. Ketika warga lokal tidak bisa mengakses pekerjaan di sektor industri yang tumbuh, pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak berkelanjutan dan minim efek berganda (multiplier effect).
Dorong Digitalisasi UMKM dan Solusi Kepabeanan
Dalam diskusi, perwakilan PWI menyoroti kendala besar yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batam saat hendak mengirimkan produk keluar daerah pabean Batam, di mana dikenai biaya cukai tinggi hingga 40 persen.


