HARAPANMEDIA.COM, TANJUNGPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengajak masyarakat beralih membeli daging sapi lokal menyusul penghentian sementara pengiriman sapi hidup dari luar daerah akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Ada hikmahnya juga larangan sementara pengiriman hewan ternak dari luar daerah, jadi kita bisa memanfaatkan daging sapi lokal,” kata Gubernur Ansar, Sabtu (21/5/2022).
BACA:Â 5.371 Jemaah Calon Haji Akan Diberangkatkan dari Batam dan Masuk Gelombang Pertama
Ansar menyebut sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar mendata pasokan sapi lokal di masing-masing wilayah untuk pemenuhan kebutuhan harian maupun menjelang Idul Adha 2022.
Namun demikian, katanya, tak menutup kemungkinan pemerintah daerah tetap akan mendatangkan sapi dari provinsi lain yang tidak terpapar PMK jika memang diperlukan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
BACA:Â 23 Petugas PPIH Dilantik, Siap Kawal Keberangkatan 586 Jemaah Calon Haji dari Kepri
“Biasanya kita memang mendatangkan sapi dari Lampung, Jambi, dan Palembang. Tapi tiga daerah itu sudah terserang PMK, sehingga pengiriman dihentikan sementara, maka itu kita coba cari alternatif daerah lain kalau memang harus impor sapi,” ucap Ansar.
Ansar mengutarakan daerahnya memang bukan sentra peternakan sapi/kambing, maka tak heran kalau selama ini kebutuhan akan hewan ternak tersebut lebih banyak didatangkan dari luar daerah seperti Lampung, Jambi, dan Palembang.



