HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Setelah melakukan sidak ke sejumlah tempat Pertamina bersama Disperindag Kota Batam menemukan tempat usaha laundry dan Caffe disinyalir menggunakan LPG 3kg di Batam.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan mengidentifikasi penyebab kelangkaan. Dari tempat yang didatangi ada temuan bahwa usaha laundry tersebut menggunakan gas melon untuk usahanya.
Menindak lanjuti hal tersebut, Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina terkait penyaluran LPG 3 kg di Batam yaitu PT Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap dua pangkalan LPG 3 kg bersubsidi di Kota Batam.
Bagus Handoko mengatakan dua pangkalan tersebut berada di Kecamatan Batam Kota dan Bengkong. Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan karena kedua pangkalan tersebut terbukti melakukan penyelewengan dan tidak menyalurkan langsung LPG 3 kg ke masyarakat.
BACA JUGA:Â Hati-hati Dalam Memilih Ikan, 10 Jenis Ikan Berikut Mengandung Merkuri Tinggi
“Ada pangkalan yang diberi sanksi dengan dilakukan pengurangan stok ke pangkalannya. Ada juga yang pangkalan nakal itu di putus hubungan usahanya. Itu langkah tegasyang kita lakukan,” kata Bagus, Sabtu (21/9/2024).


