Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki pangsa terbesar sebesar 45,87 persen terhadap PDRB dengan andil pertumbuhan 2,38 poin persentase.
Konsumsi rumah tangga menyumbang 40,29 persen dengan andil 1,60 poin persentase, sedangkan net ekspor memiliki pangsa 8,44 persen dengan andil pertumbuhan 1,18 poin persentase.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi, konsumsi masyarakat dan aktivitas perdagangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kepri.

Perkuat Sinergi untuk Batam Lebih Maju
Besarnya kontribusi Batam terhadap perekonomian Kepri tidak terlepas dari peran strategisnya sebagai pusat industri, perdagangan, investasi dan jasa di Kawasan Barat Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, penguatan iklim investasi dan percepatan pembangunan kawasan terus menjadi prioritas.
Sinergi antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur dan menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Amsakar optimis, dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, Batam akan terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Kita ingin Batam terus tumbuh dan semakin maju. Bukan hanya menjadi penggerak ekonomi Kepri, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai kawasan investasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Amsakar.
Dengan kontribusi ekonomi yang dominan dan dukungan berbagai sektor unggulan, Batam memiliki peran strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan Kepri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Batam Melaju, Investasi Meningkat, Ekonomi Kepri Semakin Kuat. (*/MAN)



