BACA JUGA: BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan
Tidak hanya membahas aspek teknis pemberitaan, buku ini juga mengulas karakter dan peran jurnalis Muslim, pemikiran sejumlah tokoh pers, serta hubungan nilai-nilai Islam dengan praktik jurnalistik modern.
Saibansah sendiri merupakan wartawan yang kini dipercaya memimpin PWI Kepulauan Riau. Ia juga tercatat sebagai Ahli Pers Dewan Pers. Pengalaman di dunia jurnalistik tersebut menjadi salah satu latar belakang dalam menyusun buku yang mempertemukan praktik pers dengan tuntunan Al-Qur’an.
Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an diterbitkan oleh Deepublish (CV Budi Utama), Yogyakarta, dengan pengantar dari Dr. Aqua Dwipayana.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, jurnalis, pegiat media, dan masyarakat umum. Melalui karya tersebut, pembaca diajak memahami bahwa menyampaikan informasi bukan sekadar pekerjaan profesional, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral.
BACA JUGA: Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Mulai 27 Oktober 2026
Prinsip kejujuran, ketelitian, keadilan, dan kebermanfaatan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Saibansah melalui buku tersebut.
“Praktik jurnalistik diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan pemberitaan, tetapi juga menjunjung tinggi kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” ujarnya. (*/MAN)



