Firmansyah menyebutkan, hampir 70 persen peserta MTQ tingkat nasional dari Provinsi Kepri berasal dari Kota Batam. Potensi tersebut perlu didukung dengan pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masing-masing cabang perlombaan.
“Kita berharap keikutsertaan pada MTQH Nasional 2027 di Jakarta nanti dapat memberikan warna dan membawa kebanggaan bagi Provinsi Kepulauan Riau. Dengan pembinaan yang baik dan kerja bersama, kita optimistis target tersebut dapat dicapai,” katanya.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan prestasi tersebut. Pemerintah Kota Batam mengalokasikan dana hibah lebih dari Rp1 miliar kepada LPTQ Kota Batam untuk mendukung pembinaan dan pelaksanaan kegiatan tilawatil Qur’an, termasuk mempersiapkan kafilah menghadapi berbagai kompetisi.
BACA JUGA: BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai Melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3
Dukungan itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab sehingga program pembinaan berjalan optimal dan mampu menghasilkan peserta yang kompetitif.
Musker LPTQ Kota Batam 2026 diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas pengurus LPTQ Kota Batam, ketua LPTQ kecamatan, serta camat se-Kota Batam. Forum ini menjadi sarana mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda pembinaan yang realistis, terarah, dan berorientasi pada peningkatan prestasi serta syiar Al-Qur’an.
Firmansyah berharap musyawarah tersebut menghasilkan keputusan yang dapat dilaksanakan bersama oleh seluruh jajaran pengurus. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam forum merupakan hal yang wajar selama diarahkan untuk mencapai kesepakatan demi kemajuan pembinaan Al-Qur’an di Kota Batam.
“Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah hal yang wajar. Namun, mari kita satukan tekad dan bermufakat demi kemajuan pembinaan Al-Qur’an di daerah yang kita cintai ini,” tuturnya. (*/man)



