Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker, khususnya ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau riwayat penyakit pernapasan.
Dalam hal keselamatan berlalu lintas, Kepolisian mengingatkan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan karena kondisi kabut asap dapat mengurangi jarak pandang. Pengendara diimbau menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.
Personel Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan. Warga diminta turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat memperburuk kualitas udara.
“Apabila masyarakat menemukan adanya titik api di lingkungan permukiman maupun lahan kosong, segera laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” imbau personel Kepolisian.
Masyarakat juga diajak untuk menjaga kesehatan keluarga dengan mencukupi kebutuhan air putih serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Sinergitas dan kepedulian masyarakat dinilai penting dalam menjaga keselamatan bersama, khususnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan sinergitas antara Kepolisian dengan jemaat Gereja GBI Tabgha.
Kegiatan Minggu Kasih Kamtibmas selesai sekira pukul 10.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Bengkong berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang positif, serta memberikan edukasi dan imbauan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Bengkong. (*/MAN)



