HomeBatamBina Marga Benahi Titik Banjir Hasil Pemetaaan Ada 105 Kawasan Masuk Pemetaan...

Bina Marga Benahi Titik Banjir Hasil Pemetaaan Ada 105 Kawasan Masuk Pemetaan Genangan

spot_img

Meski demikian, sejumlah titik masih membutuhkan penanganan karena pekerjaan belum seluruhnya rampung. Salah satunya kawasan S Parman yang masih mengalami genangan, meski ketinggian air disebut tidak lagi seperti sebelumnya.

Pembangunan drainase di kawasan tersebut masih dikerjakan secara bersama oleh DBMSDA, BP Batam dan BWS. Metra menyebut progres pekerjaan dari sisi DBMSDA telah mencapai sekitar 63 persen, sementara BP Batam sekitar 37 persen.

Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
“Kalau sudah selesai tiga instansi itu bangun drainase di situ akhir Desember ini, insyaallah itu aman,” katanya.

BACA JUGA: Mobil Ertiga di Bengkong Hanyut Terbawa Arus Air Saat Hujan Deras Melanda Batam

Selain pembangunan fisik, DBMSDA juga menyiapkan langkah jangka pendek berupa normalisasi saluran secara rutin.

Normalisasi dilakukan sekitar tiga bulan sekali pada lokasi yang dinilai memiliki potensi sedimentasi tinggi, termasuk sejumlah kawasan permukiman dan kolam retensi.

“Jangka pendeknya kita normalisasi rutin per tiga bulan titik-titik yang potensial sedimentasinya tinggi,” katanya.

Sementara untuk kawasan Bengkong yang masih memiliki persoalan genangan, DBMSDA telah menyiapkan rencana penanganan pada 2027.

Rencana tersebut telah dimasukkan dalam KUA-PPAS dan diharapkan dapat mulai dikerjakan setelah proses penganggaran 2027 selesai. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI