BACA JUGA: Polsek Bengkong Serap Aspirasi Warga Pererat Kemitraan Dengan Jemaat Gereja Santo Damian
“Grassroots adalah fondasi. Dari sana kita membangun mental bertanding, karakter dan talenta. Ketika kemudian mereka mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional, maka Batam tidak hanya menjadi tempat lahirnya talenta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju prestasi,” tambahnya.
Senada, Fary Djemy Francis selaku Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy mengatakan, rangkaian kegiatan ini memang dirancang untuk mempertemukan tiga elemen dalam satu ekosistem sepak bola.
“Kita tidak ingin berhenti pada fun game dan nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, grassroots menjadi fondasi regenerasi, dan pertandingan internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi menuju panggung yang lebih besar,” kata Fary.
Selain Fun Game Timnas Indonesia Legend vs BP Batam Legend, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Batam International Grassroots Football Festival serta International Trofeo yang mempertemukan Geylang International FC Singapura, Indera FC Brunei Darussalam, Garudayaksa FC, dan Batam Premier FC.
Legenda Timnas Indonesia era 1980-an, Rully Nere, menilai pembinaan usia dini merupakan salah satu kunci dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia.
“Pemain Timnas tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan-lapangan usia dini, dari kompetisi, disiplin dan kesempatan. Karena itu, festival seperti ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung dan keberanian untuk bermimpi membela Indonesia,” seru Rully.
Dari Batam, semangat itu terus dibangun, legenda menginspirasi, grassroots melahirkan regenerasi dan kompetisi internasional membuka jalan menuju dunia. Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Tujuan: Indonesia Juara!. (*/man)



