HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Sidang paripurna DPRD Kota Batam dengan agenda penyampaian dan penjelasan Wali Kota Batam terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 digelar pada Rabu (8/7/2026).
Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, memimpin rapat didampingi Wakil Ketua I Aweng Kurniawan, Wakil Ketua II Budi Mardianto, dan Wakil Ketua III Yunus Muda.
Hadir Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang menyampaikan nota pengantar Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027.
Amsakar mengatakan penyampaian rancangan KUA dan PPAS merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.
BACA JUGA:Â Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Berdasarkan ketentuan tersebut, pemerintah daerah wajib menyampaikan rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD paling lambat pada minggu kedua Juli untuk dibahas dan disepakati bersama.
“Pada kesempatan ini Pemerintah Kota Batam menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 yang memuat kondisi ekonomi dan asumsi makro daerah, rencana pendapatan daerah, rencana belanja daerah, serta rencana pembiayaan daerah,” ujar Amsakar.
Amsakar menjelaskan, Pemerintah Kota Batam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada di kisaran 6,7 hingga 7,7 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi tahun 2026 yang berada di kisaran 6,4 hingga 7,4 persen.
BACA JUGA:Â Generasi Muda Kecanduan Gadget Parah, Palsukan Identitas Hindari PP Tunas Dibawah 16 Tahun
“Proyeksi ini merupakan akselerasi dari kinerja industri manufaktur, sektor konstruksi dan perdagangan, serta kunjungan wisatawan yang berpengaruh pada aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran dan transportasi,” tambahnya.
Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku diproyeksikan meningkat menjadi Rp 213,55 juta hingga Rp 224,14 juta.
Sementara inflasi Kota Batam pada 2027 diperkirakan berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau sejalan dengan target inflasi nasional.



