Mantan Bupati Bintan dua eride itu mengatakan pembangunan Halaman Balai Adat Pulau Penyengat juga telah rampung dan kini dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan masyarakat.
Gubernur Ansar mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan segera memulai pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat yang direncanakan berlangsung selama dua tahun dan akan dimulai tahun 2026 ini.
BACA JUGA : Ditpam BP Batam Bersama TNI dan Polri Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Bandara Hang Nadim
Menurutnya, pembangunan Tugu Bahasa memiliki makna historis yang sangat penting, karena Pulau Penyengat merupakan cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia yang digunakan Bangsa Indonesia saat ini.
“Pembangunan Tugu Bahasa ini untuk menegaskan bahwa Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya akar Bahasa Indonesia. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penguatan identitas sejarah dan budaya kita,” tegasnya.
Pada periode pertama pemerintahan Ansar, Penyengat menjadi perhatian untuk dibangun. Pulau Penyengat terus dibenahi sebagai pusat budaya dan banyak iujungi wisatawan domestic an wisatawan mancanegara.(*/man)



