HARAPANMEDIA.COM,BATAM – Untuk meningkatkan pendapatan dari sektor parparkiran, Dinas Perhubungan Batam menerapkan metode pembayaran non tunai.Namun masih ada warga ang enggan menggunakan metode pembayaran non-tunai tersebut, dan lebih memilih membayar parkir secara manual.
Seorang petugas parkir mengatakan meski pembayaran digital sudah disediakan, minat masyarakat masih sangat rendah. “Barcode sudah dipasang di lokasi. Kalau mau bayar pakai QRIS, pengendara tinggal scan saja,” tapi masih banyak yang bayar secara manual.
Untuk parkir e-parking, petugas menggunakan rompi berwarna biru dan dilengkapi barcode pembayaran. Sementara parkir konvensional masih menggunakan rompi pink.
“Secara sistem penarikan sebenarnya sama saja. Bedanya cuma di pilihan cara bayar,” ujarnya.
Namun dalam praktiknya, warga masih enggan menggunakan QRIS. Salah satu alasan utama, barcode jauh posisinya jadi susah dijangkau. Selain itu prosesnya juga dianggap ribet.
Dengan proses ini penggunaan e-parking QRIS di lapangan masih sangat minim.
BACA JUGA: Warga Sengkuang Segel Meteran Air Kantor DPRD Batam Berharap Perjuangkan Nasib Warga Bisa Dapat Air
Terkait hal ini Kepala Dinas Perhubngan Kota Batam, Drs Leo Putra mengatakan pihaknya menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai menggunakan QRIS di sejumlah titik parkir.
Seluruh titik tersebut telah dikelola pihak ketiga. Namun masyarakat tetap diberi opsi untuk membayar secara tunai maupun non-tunai.


