HARAPANMEDIA.COM, SUMBAR – Di Nagari Sungai Batang, sedikitnya 800 rumah rusak dan enam orang meninggal dunia. Lokasi yang berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda pada 25 November 2025. Sementara beberapa warga lainnya masih belum ditemukan.
Perjalanan menuju lokasi bencana bukan perkara mudah. Nagari Sungai Batang berada di pinggiran Danau Maninjau, desa wisata yang dikenal sebagai kampung kelahiran ulama besar Buya Hamka. Daerah ini memiliki empat jorong yang kondisinya paling parah terdampak banjir bandang.
BACA JUGA: Jaga Inflasi Tetap Stabil Pemko Gelar Pasar Murah Warga Cukup Tebus Rp 100 Ribu
Rumah-rumah rata dengan tanah, hanyut tersapu air bah. Batu-batu besar dari pegunungan turut menyeret apa saja yang dilaluinya, memutus akses jalan hingga tak dapat dilewati kendaraan bantuan.
Ketika rombongan Jurnalis Batam dan Korwil IJTI Sumatera tiba di lokasi utama, masyarakat mengungkapkan bahwa bantuan ke empat jorong tersebut sangat minim. Jalan terputus, sementara satu-satunya akses adalah menyeberang menggunakan perahu yang tidak memadai mengangkut logistik dalam jumlah banyak.
BACA JUGA: PLN Batam Gerak Cepat Bantu Korban Bencara Alam di Sumatera Serahkan Bantuan Sebesar Rp2,7 Miliar
Karena kondisi mendesak, tim memutuskan memutari Danau Maninjau. Perjalanan ditempuh selama tiga jam. Jalan rusak, longsor di beberapa titik, membuat mobil harus bergerak pelan menembus rute penuh risiko.
“Kita prihatin mendengar keluhan masyarakat yang terdampak sangat parah. Banyak rumah hanyut, bahkan ada keluarga mereka yang meninggal dunia dan masih ada yang belum ditemukan,” ujar Ketua Korwil IJTI Sumatera, Gusti Yennosa, Senin (8/12/2025).


