BACA JUGA: BP Batam Tekankan Penting Jaga Kepastian Berusaha dan Peran Logistik Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Dalam suasana hangat, Suyono bahkan membacakan puisi khusus untuk Ramon.
“Saya ekonom, bukan penyair. Tapi subuh tadi saya menyiapkan puisi untuk sahabat saya,” tuturnya disambut aplaus hadirin.
Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata mengaku terkesan dengan kualitas karya Ramon.
“Gurindam bukan karya yang mudah dibuat. Buku ini pasti dipikirkan kata per kata. Jangan berhenti di sini. Banyak yang menunggu karya berikutnya,” ucapnya memberi dukungan.
Selain peluncuran buku, pertemuan itu juga menjadi momentum pembentukan Akademi Raja Ali Kelana di bawah PWI Kepri. Forum ini akan menjadi wadah diskusi, kajian, dan pembinaan literasi di kalangan wartawan dan masyarakat.
Profil Singkat Ramon Damora
* Lahir: Muara Mahat, Kampar, Riau, 2 April 1978
* Karya Puisi: Bulu Mata Susu, Soneta Anai-anai, Benang Bekas Sungai
* Puisi dimuat di Kompas, Koran Tempo, Republika, Jawa Pos, Riau Pos, dan puluhan antologi
* Karyanya diterjemahkan ke bahasa Inggris (Traversing, Komunitas Salihara, 2009) dan bahasa Perancis (Florilege, 2016)
* Pengajar tamu Bahasa Melayu di INALCO–Sorbonne, Paris (2015)
* Peraih Anugerah Jembia Emas 2020 kategori Seniman/Budayawan
* Kini bermukim dan aktif berkarya di Batam (*)



