HomeBatamPWI Kepri dan STIQ Kepri Kolaborasi Satukan Misi Dakwah dan Media Sampaikan...

PWI Kepri dan STIQ Kepri Kolaborasi Satukan Misi Dakwah dan Media Sampaikan Suara Kebenaran

spot_img

Saibansah menguraikan lima peran utama jurnalisme dalam konteks dakwah Islam:
1. Penyebar nilai-nilai Islam melalui berita yang menonjolkan kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.
2. Penegak amar ma’ruf nahi munkar dengan mengangkat peristiwa positif dan mengkritisi kemungkaran sosial.
3. Pencerah masyarakat memberi edukasi keagamaan agar umat memahami Islam secara wasathiyah (moderat).
4. Pelindung dari hoaks dan disinformasi dengan prinsip tabayyun (verifikasi) dan tanggung jawab moral.
5. Sarana dakwah kreatif memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan Islam dalam bentuk artikel, video, dan infografis.

“Setiap tulisan yang membawa nilai kebaikan bisa menjadi amal jariyah. Itulah kekuatan jurnalisme dakwah,” tambahnya.

BACA JUGA: BP Batam Salurkan 1.500 Paket Sembako di Rempang Eco-City, Amsakar Hapus Selisih Harga Rumah Warga

Saibansah juga menyoroti pentingnya etika dalam praktik jurnalisme Islam. Wartawan muslim, harus menjunjung tinggi prinsip ṣidq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan adil (tidak memihak).

Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi dasar hukum kegiatan jurnalistik di Indonesia, termasuk bagi wartawan muslim. Kode Etik Jurnalistik harus dijalankan sebagai pedoman moral dalam setiap pemberitaan.

“Kemerdekaan pers adalah amanah besar. Tapi di tangan jurnalis muslim, kemerdekaan itu harus disertai tanggung jawab dakwah,” tegasnya.

Ketua Dema STIQ Kepri, Qayyum, menyebut tema “Jurnalisme Dakwah” sangat relevan dengan karakter kampus. Ia menilai seminar ini membuka kesadaran baru bagi mahasiswa bahwa pena dan media bisa menjadi alat dakwah yang kuat.

“Banyak mahasiswa yang punya minat menulis dan berdakwah. Kami berencana membentuk pers kampus sebagai wadah pengembangan jurnalistik Islami,” ujar Qayyum.

Kolaborasi antara PWI Kepri dan STIQ Kepri ini diharapkan menjadi langkah awal melahirkan generasi jurnalis muslim yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.
Keduanya bersepakat untuk terus memperkuat sinergi dakwah dan media dalam membangun peradaban informasi yang beretika dan mencerdaskan.

BACA JUGA  Pemprov Kepri Anggarkan Rp 2,8 Miliar Bantu Petani di Natuna, Ini Komoditi Pertanian yang Dibantu

“Dakwah butuh media, dan media butuh nilai dakwah agar tidak kehilangan arah,” tutup Saibansah Dardani dengan penuh makna. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI