HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Ketahanan Pangan kini menjadi program utama pemerintah baik pusat maupun di daerah. Oleh karena itu semua elemen dan pembuat kebijakan berkewajiban untuk mendukung program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Untuk itu pemilik sekaligus pembina kelompok tani usaha kolam budidaya ikan Tibelat Farm, Ray Sandy Stefan, di daerah Sei Temiang, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam mengajak PWI untuk melihat apa yang sudah dilakukan mereka selama ini untuk mendukung program ketahanan pangan.
Tibelat Farm siap menyuplai benih ikan untuk dibudidayakan di Batam dan di wilayah Kepulauan Riau. Bahkan, pihak Tibelat Farm siap mengedukasi mereka yang ingin membudidayakan ikan air tawar. Kemudian, Ikan-ikan yang sudah dibudidayakan dan menjadi besar siap dibeli dengan harga pantas.
BACA JUGA:Â Fary Francis Tegaskan Komitmen Prabowo Jadikan Batam Tujuan Investasi Dunia Dihadapan Pemerintah Amerika
“Saat ini kita sudah ada mensuplai benih ikan untuk kabupaten Lingga dan Bintan. Dan kita pun berharap tidak hanya di Lingga dan Bintan, tetapi untuk semua kabupaten dan kota di Kepri,” ujar Ray pemilik dan penanggung jawab Tibelat Farm, saat berdialog dengan pengurus PWI Kepri, serta PWI Kota Batam, di lokasi Tibelat Farm, Sei Temiang, Tanjungriau.
Tibelat Farm merupakan tempat membudidayakan ikan air tawar yang sudah mendapat akreditasi dari lembaga yang resmi. Luas Tibelat Farm kurang lebih 1,5 hektare dan terbentang sejumlah kolam yang berisi ikan air tawar seperti ikan Emas, Nila, Lele dan ikan lainnya.
BACA JUGA:Â PWI Kepri Jalin Silaturahmi Dengan Ketua DPRD Kepri Berharap Pers Jadi Penyeimbang Informasi
Selain untuk budidaya ikan, lokasi ini disulap seperti tempat wisata alam yang asri. Di tepi kolam ada bungalow yang dapat digunakan untuk memancing, beristirahat dan juga ada tanaman cabai yang siap panen.
Lokasi ini terbuka untuk umum. Setiap pengunjung dikenai tiket masuk Rp10 ribu untuk orang dewasa dan untuk anak-anak Rp 5.000. Pengunjung bebas memancing ikan di kolam Tibelat Farm.
Setiap ikan yang didapatkan akan ditimbang, lalu dibayar per kilonya dengan harga terjangkau. Ikan bisa dibawa pulang, maupun dimasak di lokasi. Karena pihak Tibelat Farm menyediakan sarana serta tungku untuk memanggang.
Ray mengatakan kalau Tibelat sudah berdiri sejak tahun 2003 lalu. Izin untuk mengelola lahan tersebut ia peroleh dari BP Batam yang saat itu masih bernama Otorita Batam.
Dengan ilmu maupun pengalaman yang dimilikinya, Ray telah mampu membawa Tibelat Farm menjadi sebuah tempat wisata dan edukasi budidaya ikan ikan air tawar, bagi masyarakat Batam, pelajar, serta mahasiswa dari berbagai daerah.



