Kapolda menekankan bahwa silaturahmi seperti ini menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi secara transparan mengenai situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kepri.
BACA JUGA: BP Batam Dorong Transisi Kebijakan Impor Non-B3 Demi Jaga Iklim Investasi di Batam
Ia juga menegaskan seluruh Kapolres jajaran untuk menindak tegas segala bentuk premanisme yang dapat mengganggu iklim investasi di daerah. Kepri saat ini menempati posisi ketiga pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Hal ini tentu berkat peran besar para pengusaha dan Apindo Kepri.
“Pada tahun 2025, Provinsi Kepulauan Riau menempati peringkat ke-8 sebagai provinsi paling diminati investor asing di Indonesia. Menurutnya, posisi ini menunjukkan daya tarik ekonomi Kepri yang kuat berkat letak geografis yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia, serta dukungan iklim keamanan yang stabil,” ujar Kapolda.
Ia mengajak para pengusaha untuk memperluas lapangan pekerjaan sehingga dapat menekan angka tindak pidana perdagangan orang (TPPO), mengingat Batam merupakan salah satu pintu keluar-masuk tenaga kerja ilegal ke luar negeri.
Selain fokus menjaga keamanan, Kapolda menegaskan Polri berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang sosial dan ekonomi, seperti program Dapur SPPG serta kegiatan penanaman jagung dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Sebagai gambaran saat ini Polda Kepri ditargetkan 20 ton jagung pipil namun dalam praktiknya mampu melampaui target bisa panen jagunga sampai 40 ton.
“Saya menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak termasuk pengusaha yang terus melakukan investasi di Kepri sehingga pertumbuhan ekonomi terus tumbuh,” katanya. (*/man)


